breaking news New

Asal Usul Keripik Sanjai Ikon Oleh-Oleh Sumatera Barat

Keripiak sanjai merupakan sejenis merupakan sejenis keripik yang terbuat dari singkong, yang diparut tipis dan dibalut oleh sambal lado yang bertekstur lengket. Jika berkunjung ke Bukittinggi atau Padang, Sumatera Barat, tidak lengkap jika tidak membawa pulang oleh-oleh yang satu ini. Makanan ini seakan-akan menjadi ikon oleh-oleh dari Pulau Sumatera. Karena jika berkunjung ke Pulau Sumatera, rasanya tidak lengkap jika tidak membawa makanan yang satu ini untuk dijadikan oleh-oleh.

Asal Usul Keripik Sanjai
Keripik sanjai terbuat dari singkong, makanan ini berasal dari daerah yang bernama Sanjai, yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bukittinggi. Tepatnya berada di bagian utara kota Bukittinggi, Kelurahan Manggis Gantiang, Kecamatan Mandiangi, Kota Salayan. Karena tempat itu dari dulu sudah dikenal penuh dengan kebun singkong dan sejenisnya.

Menurut sejarah, memang warga Sanjai yang pertama kali memproduksi jenis keripik singkong di daerah sekitar Bukittinggi. Usaha keripik di Jalan Sanjai ini diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1970-an. Awalnya hanya ada tiga orang pengrajin yang mulai berjualan keripiki singkong ini, yaitu Amai Malan, Amai Seram dan Amai Terimalah. Mereka adalah tiga orang nenek yang berjualan keripik singkong di Los Maninjau, Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi.

Ketiga nenek ini berjualan keripik tersebut di Los Maninjau, sebuah pasar atas di kawasan Bukittinggi. Seiring dengan perkembangan jaman, jajanan ini mulai populer di kalangan warga sekitar. Kepopulerannya membuat masyarakat sekitar akhirnya mengikutinya untuk memperoleh penghasilan tambahan dari hasil pertanian yang melimpah. Akhirnya muncul pula produsen keripik singkong di daerah-daerah lain, bahkan hingga menyebar ke seantero ranah Minangkabau. Uniknya, nama sanjai pun akhirnya menjadi sebutan umum untuk jenis keripik singkong asal Bukittinggi ini.

Variasi Keripik Sanjai
Keripik sanjai terdiri dari tiga rasa:

1. Karupuak Sanjai Tawar adalah kerupuk sanjai yang tidak menggunakan lado(cabai)ataupun Gula merah melainkan hanya diberi garam.
2. Karupuak Sanjai Saka adalah Kerupuk sanjai yang diberi/dioleskan Gula merah.
3. Karupuak Balado adalah Kerupuk sanjai yang diberi bumbu balado.